Produk Islami dan Materi Presentasinya (PDF)

Produk Islami
Kulkas Halal

Produk Islami seringkali disamakan pengertiannya dengan produk Halal. Padahal dari sudut pandang studi Islamic Marketing, keduanya memiliki perbedaan-perbedaan yang krusial.

Peristiwa iklan “kue klepon tidak Islami” pada beberapa waktu lalu menjadi bukti terhadap kesalahpahaman tersebut. Karena, banyak orang yang memahami bahwa istilah “tidak Islami” sama dengan “Haram” atau “Halal” sudah pasti “Islami”.

Kesalahpengertian tersebut dapat dimaklumi. Karena, kajian Islamic Marketing masih belum banyak dipelajari atau dipraktikkan. Sehingga, adanya sudut pandang yang menyatakan bahwa sesungguhnya “Halal” tidak sama dengan “Islami” menjadi argumentasi yang kurang populer dalam diskusi pro-kontra dari polemik iklan tersebut.

Baker Ahmad Alserhan, dalam bukunya yang berjudul The Principles of Islamic Marketing, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan produk Islami adalah, suatu produk yang dicap sebagai bagian dari identitas Muslim; dan/atau produk yang dapat mendukung tujuan serta keyakinan mereka. Bahwa, produk Islami merupakan sesuatu yang dapat mempersepsikan seorang Muslim menjadi lebih ‘Islami’; serta dapat mengakomodir ambisi, harapan, dan pencarian identitas diri sebagai seorang Muslim. 

Adapun prinsip-prinsip yang digunakan untuk mengklasifikasikan sebuah produk sebagai Halal atau Islami antara lain sebagai berikut ini.

Tidak Semua Produk Tepat Disebut sebagai Produk Halal

Bagi kebanyakan produk teknologi dan beberapa jenis produk lainnya kurang tepat jika dimasukkan ke dalam klasifikasi produk Halal, seperti misalnya handphone, jam tangan, perhiasan, mobil, motor, dan sebagainya. Karena, meski kebanyakan dari mereka tidak menggunakan material-material dasar atau raw materials yang mengandung unsur-unsur yang diharamkan oleh Syariah, namun mereka berbeda karakteristik penggunaannya sebagaimana yang dimiliki oleh produk-produk seperti makanan, minuman, farmasi, atau kosmetika.

Produk yang Kurang Tepat sebagai Produk Halal dapat Dipromosikan sebagai Produk Islami

Masih ingat dengan kejadian kulkas yang menerima sertifikasi Halal dan menjadi berita yang viral pada beberapa waktu lalu? Itu adalah salah satu contoh produk yang kurang tepat dan tidak esensial jika diberikan sertifikasi Halal. Karena, kulkas sudah terang-benderang tidak menggunakan raw materials dari unsur-unsur yang haram, jadi tidak perlu lagi harus ditempelkan label Halal. Klasifikasi produk tersebut sebagai Halal, sesungguhnya, hanya digunakan sebagai alat atau strategi promosi saja untuk segmen pasar tertentu.

Lebih tepat apabila kulkas tersebut dipromosikan sebagai produk Islami saja. Produsen dapat memilih nama merek yang terdengar Islami untuk kulkas tersebut dan menjalankan standar kualitas Taiyyibat. Kemudian, mereka mengiklankannya kepada target pasar yang spesifik.

Produk Islami Memenuhi Standar Taiyyibat

Jangan berhenti sampai dengan memberikan nama-nama merek yang terkesan Islami saja. Produk-produk dalam klasifikasi Islami juga perlu didorong untuk dapat memenuhi standar kualitas seperti yang disebutkan dalam Taiyyibat.

Dengan mengacu dari makna kata “Taiyyibat” yang muncul 18 kali dalam Qur’an, Alserhan merinci parameter-parameternya sebagai berikut.

Indah dan Menarik (Beauty and Attractiveness)

Siapa yang tidak menyukai produk dengan tampilan indah dan menarik? Tidak ada. Normalnya, semua Konsumen pasti menyukai dan memilih produk-produk yang mempunyai estetika dan desain yang baik. Itu adalah sifat alamiah manusia.

Kemurnian (Purity)

Kemurnian bahan-bahan dasar dari sebuah produk, selain akan menentukan kualitasnya, juga memiliki korelasi dengan kejujuran Produsennya. Karena, tidak jarang Produsen mencampur dengan bahan yang lain untuk menekan biaya produksi sehingga dapat memperbesar margin keuntungan.

Bersih secara Fisik dan Spiritual (Physical and spiritual cleanliness)

Kebersihan fisik sebuah produk berasal dari kebersihan dalam proses produksinya. Namun, makna tersebut dapat diperluas dengan mengaitkannya kepada aspek yang lain, seperti lingkungan hidup. Bahwa, produk yang bersih adalah produk yang tidak memberikan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, kebersihan spiritual sebuah produk dapat ditemukan, salah satunya, dari sumber pembiayaan produksinya. Misalnya, sumber finansialnya berasal dari uang yang bebas riba.

Materi Presentasi

Produk Islami merupakan bab keempat dari buku The Principle of Islamic Marketing karya Baker Ahmad Alserhan. Pada bab tersebut, Alserhan mengenalkan pengetahuan dasar dari Produk Islami seperti tentang, definisi, klasifikasi, dan karakteristik.

Berikut adalah materi presentasi dari Chapter 4 The Islamic Product (Taiyyibat).

Request Presentation Material: The Islamic Product (Taiyyibat)

Bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan materi presentasi tersebut dalam bentuk file PDF, mohon agar mengisi formulir di bawah ini. Terima kasih.

 

Produk Islami dan Materi Presentasinya (PDF)
Follow me

Leave a Reply