Muhtasib dan Materi Presentasi: The Islamic Market (Souq) (PDF)

Muhtasib
Muhtasib

Muhtasib adalah seorang inspektur di tempat-tempat publik, sekaligus sebagai penyelia untuk perilaku warga di kota-kota Timur Tengah dan Afrika pada masa pra-modern. Secara terminologi, muhtasib biasanya merujuk kepada arti “pengawas pasar”. 

‘Āmil al-Sūq

Bermula dari sebutan ‘āmil al-sūq, sebelum dikenal dengan nama muhtasib. ‘Āmil al-sūq adalah pejabat lokal yang bertanggung jawab atas regulasi perdagangan di pasar-pasar, seperti mengawasi masalah timbangan dan ukuran, pada masa awal perkembangan Islam.

Pada masa-masa awal tersebut, terdapat dua pasar (sūq) yang sangat terkenal yaitu, pasar ‘Ukāz di dekat kota Mekah dan pasar di kota Madinah. Rasulullah SAW menunjuk Sa’īd bin Sa’īd bin al-‘Ās menjadi ‘āmil al-sūq di Madinah. Serta yang menarik, Beliau juga menugaskan seorang wanita bernama Samrā binti Nuhayk al-Asadiyya, juga menjadi ‘āmil untuk pasar khusus wanita.

Sementara pada masa kekhalifahan Rasyidin saat Umar bin Khattab menjadi khalifahnya, yang menjadi ‘āmil al-sūq di Madinah adalah al-Sā’ib bin Yazīd dan ‘Abdullāh bin ‘Utba bin Mas’ūd. Sedangkan, yang menjadi ‘āmil al-sūq khusus wanita adalah al-Šifā binti ‘Abdullāh.

Muhtasib

Pertama kali sebutan “muhtasib” digunakan, untuk menggantikan “‘āmil al-sūq, oleh kekhalifahan Abassiyah saat Abu Ja’far Abdallah ibn Muhammad al-Mansur menjadi khalifahnya (136 H – 158 H). Khalifah menunjuk ‘Āsim al-Ahwal sebagai muhtasib pertama di pasar Kūfa. Selain ditunjuk resmi oleh pemerintah, jabatan muhtasib juga dapat bersifat sukarela atau volunteer

Dalam masa-masa selanjutnya, tugas muhtasib makin bertambah banyak dan beragam. Karena seorang muhtasib tidak lagi hanya mengurusi masalah perdagangan di pasar-pasar, namun juga menyelia moral warga dan ritual keagamaan. Tugas-tugas muhtasib secara rinci dapat dibaca dalam materi presentasi. Selain itu, Muhtasib juga diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk menghukum warga di tempat kejadian jika terjadi pelanggaran.

Sementara secara historis, muhtasib memiliki kemiripan dengan jabatan agoranomos di Yunani-Romawi. Fungsinya yang mirip dengan agoranomos adalah dalam hal mengendalikan tatanan pasar. Agoranomos menentukan harga barang-barang, mengontrol pertukaran uang, mengelola pasokan, hingga memastikan seluruh timbangan dan ukuran digunakan dengan benar. Dalam mengendalikan pedagang yang tidak bermoral, seorang agoranomos mempunyai hak untuk menjatuhkan hukuman fisik atau non-fisik, seperti hukuman cambuk atau denda.

Puncak kejayaan peran muhtasib dalam tata kelola masyarakat terjadi pada kesultanan Ottoman di Turki. Pada masa itu, seorang muhtasib juga ditunjuk oleh sultan untuk memimpin lembaga peradilan seperti kadi atau hisbah.

Pada saat ini, jabatan dengan sebutan “muhtasib” masih dapat dijumpai di beberapa masyarakat Muslim, seperti di propinsi Aceh. Adalah “muhtasib gampong” sebutannya. Namun sangat berbeda dengan tugas muhtasib pada masa lampau, kini mereka hanya bertugas untuk menegakkan moralitas Islam di desa-desa.

Materi Presentasi

Berikut adalah materi presentasi untuk Chapter 3 The Islamic Market (Souq), dari buku “The Principle of Islamic Marketing” karya Baker Ahmad Alserhan.

Request Presentation Material: The Islamic Market (Souq)

Bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan materi presentasi tersebut dalam bentuk file PDF, mohon agar mengisi formulir di bawah ini. Terima kasih.

Muhtasib dan Materi Presentasi: The Islamic Market (Souq) (PDF)
Follow me

Leave a Reply