Maqasid Syariah dan Ekonomi Islami: Sebuah Introduksi dan Materi Presentasi (PDF)

The Principles of Islamic Marketing - Baker Ahmad Alserhan
The Principles of Islamic Marketing – Baker Ahmad Alserhan

Antara Maqasid dan Obrolan Seorang Anak Perempuan dengan Ayahnya

Dr. Jasser Auda, salah seorang sarjana Maqasid As-Syari’ah kontemporer, sering menggunakan ilustrasi obrolan santai, antara seorang anak perempuan dengan ayahnya, sebagai pembuka perkuliahannya.

Seorang anak perempuan bertanya, “Ayah, mengapa ayah menghentikan mobil selama lampu merah?”

Ayah menjawab dengan gaya mendidik, “Karena lampu berwarna merah, artinya semua kendaraan harus berhenti.”

Anak perempuan itu terus menyambung, “Tetapi, mengapa?”

Ayahnya menerangkan, “Supaya Polisi tidak menilang kita.”

Anak perempuan itu lanjut bertanya, “Memangnya, mengapa Polisi akan menilang kita?”

Ayahnya kembali menjawab, “Karena apabila kita menerobos lampu merah. Melanggar lampu merah adalah tindakan berbahaya.”

Anak perempuan itu semakin penasaran, “Mengapa berbahaya?”

Ayahnya terdiam sesaat, kemudian menjelaskan dengan sedikit berfilosofi, “Karena kita tidak boleh menyakiti orang lain. Apakah kamu merasa senang jika disakiti oleh orang lain?”

Anak perempuan itu menyahut cepat, “Tentu saja, tidak!”

Ayahnya melanjutkan, “Begitu pula dengan orang lain. Mereka juga tidak ingin disakiti. Rasulullah bersabda, ‘Sayangi-lah orang lain sama seperti kamu menyayangi dirimu sendiri’.”

Anak perempuan itu masih belum puas dengan jawaban ayahnya dan kembali bertanya, “Mengapa kita perlu menyayangi orang lain sama seperti menyayangi diri sendiri?”

Ayahnya berpikir sejenak, lalu berkata, “Karena semua manusia adalah setara, dan jika kamu ingin tahu kenapa, maka Ayah akan menjawab, karena Allah itu Maha Adil, dan atas dasar keadilan-Nya, Dia menciptakan kita semua setara dengan hak-hak yang sama, dan dengan cara seperti itu Dia lalu membuat dunia ini!”

Sesungguhnya, jika mampu memahami esensi dari pertanyaan ‘mengapa’ dalam obrolan tersebut, maka akan dapat dipahami tentang ‘apa itu Maqasid?’

Apakah Perlu Memiliki Sistem Ekonomi dengan Perspektif Islam?

Pertanyaan seperti itu pernah dilontarkan oleh Muhammad Umar Chapra dalam bukunya berjudul The Future of Economics: An Islamic Perspective. Chapra menjawabnya bahwa, pengembangan sistem ekonomi yang Islami diperlukan jika ingin mewujudkan kesejahteraan yang lengkap. Yaitu, yang mencakup aspek material dan spiritual, bukan hanya dalam aspek material saja, seperti pada sistem ekonomi yang konvensional.

Dari perspektif Islam, praktik ekonomi seharusnya dapat menyeimbangkan antara keinginan pribadi (self-interest) untuk memperoleh material dan melaksanakan tuntunan spiritual dalam memenuhi kepentingan masyarakat (social interest). Material diperoleh dengan cara yang benar tanpa menimbulkan ketidakadilan terhadap siapa pun, dan dibelanjakan atau diinvestasikan secara produktif untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang lain secara seimbang.

Materi Presentasi

Maqasid Syariah dan Ekonomi Islami merupakan bab pembuka bagi buku The Principle of Islamic Marketing karya Baker Ahmad Alserhan. Pada bab tersebut, Alserhan mengenalkan pengetahuan dasar dari Maqasid Syariah dan Ekonomi Islami seperti tentang, definisi, klasifikasi, dan karakteristik.

Berikut adalah materi presentasi dari Chapter 1 Maqasid Al Shariah and Islamic Economy: An Introduction.

 

Request Presentation Material: Maqasid Al Shariah and The Islamic Economy 

Bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan materi presentasi tersebut dalam bentuk file PDF, mohon agar mengisi formulir di bawah ini. Terima kasih.

Maqasid Syariah dan Ekonomi Islami: Sebuah Introduksi dan Materi Presentasi (PDF)
Follow me

Leave a Reply