Ekosistem untuk Islamic Marketing

The Principles of Islamic Marketing karya Baker Ahmad Alserhan
The Principles of Islamic Marketing karya Baker Ahmad Alserhan

 

Sebagai cabang baru dari ilmu pemasaran, Islamic Marketing sangat membutuhkan ekosistem agar dapat bertahan hidup dan terus tumbuh. Untuk itu kemudian, para Akademisi, Peneliti, dan Praktisi membangun beragam wadah yang dijadikan sebagai think-tank dan knowledge centre. Wadah-wadah tersebut antara lain berupa asosiasi, konferensi, forum, jurnal ilmiah, textbook, hingga konsultan pemasaran.

#1 Asosiasi internasional

International Islamic Marketing Association (IIMA). Organisasi tersebut menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teori dan praktik pemasaran di kalangan Muslim dan lingkungan sekitarnya. IIMA memiliki tujuan untuk mengembalikan kontrol kepada masyarakat dan membebaskan mereka dari kediktatoran pasar dan perusahaan. IIMA membayangkan masa depan yang lebih baik di mana konsumsi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu dari kualitas gaya hidup. IIMA dapat dikunjungi melalui tautan: www.iimassociation.com atau facebook.com/InternationalIslamicMarketingAssociation 

#2 Konferensi dan forum

Global Islamic Marketing Conference (GIMAC). Konferensi tersebut menjadi perhelatan utama bagi para Islamic Marketing scholar yang berlangsung setiap tahun. GIMAC mengusung tema-tema seperti, Islamic Marketing and Business, Islamic marketing, Islamic branding, Muslim Consumers, Commercializing Islam, Islamic Marketing Mix, Islamic Business Ethics, Islam and Business, Islamic Human Resources, Islamic Management and Leadership, Islamic and Social Entrepreneurship, Emerging Islamic Markets, Social Innovation and Islamic Marketing, Islamic Economics, Islamic Business Education, Research Methods by Muslim Scholars, Social Responsibility, Halal Market, Islamic Hospitality and Tourism, Islamic Logistics, Islamic e-Market, Islamic Law and Marketing Practices, Trade with Islamic Markets, Islamic Media, Digital Content and Communications, Islamic Retail, Islamic Fashion and Clothing, Islamic Pharmaceuticals, Cosmetics and Toiletry, Traditional and Herbal Medicines and Therapy, serta Prophetic Medicines and Therapy. 

Selain itu, GIMAC memberi tempat untuk studi-studi perbandingan seperti, Kosher/Jewish Business Studies, Christian Business Studies, Vegetarian Consumer/Market Studies, Ethnic Consumer/Market Studies, Green/Environmental Marketing, Interfaith Dialogue, dan Asian Islamic Studies. Bahkan juga untuk kajian-kajian yang tidak berhubungan langsung dengan studi-studi Islamic Marketing seperti, Islamic Finance, Fintech (Financial Technology), Cryptocurrencies, Block Chain, Accounting, Zakat Management, Waqf, dan Islamic Insurance and Takaful. Informasi lebih rinci tentang GIMAC dapat ditemukan pada tautan: gimachub.com 

Oxford Global Islamic Branding and Marketing Forum. Forum tersebut pernah diselenggarakan pada 26 dan 27 Juli 2010 bertempat di Said Business School, Universitas Oxford, Inggris. Forum yang dihadiri oleh lebih dari 250 peserta, terdiri dari Akademisi dan Praktisi pemasaran, mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan dari pasar Muslim global yang akan berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

International Conference on Islamic Marketing and Branding (ICIMB). Selain GIMAC, ICIMB merupakan konferensi rujukan penting bagi para Islamic Marketing scholar. ICIMB mengusung tema-tema seperti, praktik-praktik yang benar dalam Islamic Marketing & Branding, studi komparatif tentang sistem bisnis dalam Islam dengan agama/kepercayaan lainnya, citra perusahaan, reputasi dan identitas dalam Islamic Marketing, emerging markets, pola konsumsi dan Islam, sertifikasi halal dan tantangannya, halal market, Islamic Branding, identitas, citra dan reputasi, etika bisnis Islam, strategi Islamic Marketing & Branding, Islamic tourism & hospitality marketing, segmentasi pasar dalam konteks Islam, praktik-praktik pemasaran di negara-negara Muslim, bauran pemasaran dari perspektif Islam, pemasaran dalam Islamic Finance & Banking, pemasaran untuk konsumen Muslim di negara-negara non-Muslim, isu-isu metodologi dalam Islamic Marketing, isu-isu syari’ah dalam pemasaran, dan pengembangan teori dalam Islamic Marketing.

#3 Jurnal

Journal of Islamic Marketing (JIMA). Diluncurkan pada 2010, JIMA merupakan jurnal pertama yang didedikasikan sebagai ‘rumah’ untuk hasil-hasil riset tentang hubungan Pemasaran dengan Islam, dalam teori maupun praktik, di berbagai geografi dengan Muslim sebagai mayoritas maupun minoritas. JIMA menangani nuansa yang terkait dengan pola konsumsi Muslim, aktivitas bisnis di pasar Muslim, dan strategi terhadap konsumen Muslim. Informasi lebih rinci tentang JIMA dapat ditemukan pada tautan: www.emeraldgrouppublishing.com/jima.htm

International Journal of Islamic Marketing and Branding (IJIMB). Dengan Baker Ahmad Alserhan sebagai Editor in Chief, IJIMB menjadi rujukan jurnal penting lainnya untuk kajian Islamic Marketing. IJIMB berhasil meletakkan konsep dasar yang berguna bagi pengembangan Islamic Marketing sebagai disiplin ilmu baru. Diamanatkan untuk dapat menjadi acuan utama, IJIMB menyediakan berbagai hasil penelitian terbaru tentang beragam aspek Islamic Marketing dan pasar Islam dari komunitas peneliti pemasaran internasional. IJIMB juga memberikan informasi mengenai kebutuhan dan tren pemasaran, serta memperkenalkan ide-ide, konsep-konsep, dan ilustrasi tentang Islamic Marketing. IJIMB dapat dikunjungi melalui tautan: www.inderscience.com/jhome.php?jcode=ijimb  

International Journal of Islamic Marketing atau International Islamic Marketing Association Journal. International Journal of Islamic Marketing merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh IIMA. Tujuannya yaitu memberi kesempatan untuk para Peneliti dari negara-negara berbahasa Arab agar dapat mempublikasikan penelitian-penelitian mereka yang terkait dengan Islamic Marketing. Informasi lebih rinci tentang jurnal ini dapat ditemukan pada tautan: www.iimassociation.com/journals/islamic-marketing-home-page/ 

#4 Textbooks

2011

The Principles of Islamic Marketing — Bakr Ahmad Alserhan

Handbook of Islamic Marketing — Özlem Sandıkcı dan Gillian Rice

Islamic Branding and Marketing: Creating A Global Islamic Business — Paul Temporal

2014

Emerging Research on Islamic Marketing and Tourism in the Global Economy — Hatem El-Gohary dan Riyad Eid

Islamic Branding: Het Mekka van Kansen (Dutch Edition) — Abdelaziz Aouragh

Made With: The Emerging Alternatives to Western Brands: From Istanbul to Indonesia — John A. Grant

2016

Islamic Marketing: Understanding the Socio-Economic, Cultural, and Politico-Legal Environment — Čedomir Nestorović

Essentials of Islamic Marketing: Concept, Guidelines, and Practices — Sayyed Hassan Hatami-Nasab, Fatemeh Abolhasani Targhi, dan Hamed Zare 

Islam, Marketing and Consumption: Critical Perspectives on the Intersections — Aliakbar Jafari dan Özlem Sandikci

Brand Islam: The Marketing and Commodification of Piety — Faegheh Shirazi

2017

Islamic Marketing and Branding: Theory and Practice — T. C. Melewar dan S. F. Syed Alwi

2018

Islamic Marketing — Atia Alam

Halal Branding — Jonathan Wilson

2019

Islamic Marketing: Theories, Practices, and Perspectives — Djavlonbek Kadirov

Islamic Branding and Marketing — Zeynab Ansari

#5 Konsultan

Ogilvy Noor. Adalah konsultan Islamic Marketing & Branding pertama di dunia yang menawarkan manajemen branding dan rebranding. Tujuan mereka adalah untuk membangun merek-merek autentik yang kuat dan berempati, menarik, dan terlibat dengan audiens Muslim di seluruh dunia. Ogilvy Noor sudah berhasil membantu berbagai merek dari perusahaan-perusahaan global seperti Unilever, Nestle, American Express, dan lainnya. Telusuri lebih jauh tentang Ogilvy Noor di tautan: https://ogilvy.co.uk/agency/islamic-branding 

Cite this article as: Coky Fauzi Alfi, "Ekosistem untuk Islamic Marketing," in ISLAMIC MARKETING, March 28, 2020, https://islamicmarketing.xyz/2020/03/28/ekosistem-untuk-islamic-marketing/.
Ekosistem untuk Islamic Marketing
Follow me

Leave a Reply